Cara Mengendalikan Emosi Yang Berlebihan
*Cara Mengendalikan Emosi Yang Berlebihan*
1. Buang pikiran Negatif Thinking.
2. Cobalah untuk Tersenyum.
3. Mencoba untuk Mengalah.
4. Diam
5. Cobalah untuk Berlapang Dada.
6. Tenangin Diri.
*Tips Menahan Emosi Menurut Psikologi*
1. *Mencoba Diam*
Tips pertama dalam menahan emosi diri sendiri adalah mencoba untuk diam. *“Saat marah, anda hitung angka 10 sesaat sebelum berbicara. Namun jika dirasa sudah terlalu marah, hitung mulai dari seratus”*- Thomas Jefferson. Mungkin pendapat ini tidak disetujui oleh beberapa orang karena dirasa saat marah meledak tentu sangat sulit untuk hanya diam saja. Sebenarnya pendapat dari Thomas Jefferson ini tidak salah, saat marah dan anda langsung berbicara tentu saja akan membuat kata-kata yang keluar lepas dari kontrol. Bahkan hal terparahnya adalah kata-kata tersebut bisa membuat emosi menjadi lebih meledak. Sehingga akan lebih baik jika anda diam dan memberikan waktu sejenak bagi otak untuk berpikir.
2. *Menenangkan Diri*
Jika dilihat dari perspektof manajemen marah, marah dapat dikatakan sebagai siklus agresi yang mana terdiri dari eskalasi, eksplosi, serta pasca eksplosi. Oleh sebab itu, saat anda merasa emosi atau marah maka cobalah untuk menenangkan diri agar siklus agresi yang anda miliki tidak berantakan. Dengan mencoba berpikiran tenang, maka anda bisa mencoba untuk berpikir logis serta mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada. Untuk menenangkan diri, anda bisa melakuka beberapa cara seperti menarik napas dalam-dalam, menghitung mundur perlahan untuk menurunkan emosi perlahan, serta cobalah untuk mengalihkan perhatian.
3. *Mencoba Untuk Berempati*
Terkadang pemicu marah dapat disebabkan karena sesuatu yang sepele. Sehingga agar menghindari masalah yang sepele tersebut cobalah untuk bersikap empati. Empati merupakan keadaan mental yang mana membuat anda bisa merasakan keadaan ataupun pikiran dari orang lain. Misalnya saja ketika anda sedang diburu-buru namun tiba-tiba ada yang menyalip sembarang dari belakang mungkin saja hal tersebut akan membuat anda emosi dan marah. Namun cobalah untuk berempati pad aorang tersebut. Anda bisa mencoba berpikir dari sisi orang tersebut, mungkin saja dirinya memang sedang terburu-buru ataupun memang karakternya yang seperti itu. Dengan berempati, maka tentu saja membuat emosi anda menurun.
4. *Cobalah Untuk Tersenyum*
Saat anda merasa emosi sedang meningkat, maka anda bisa mencoba untuk menahannya dengan cara menipu diri anda. Yang dimaksud disini adalah mencoba untuk tersenyum, sejelek apapun itu cobalah untuk tersenyum. Hal ini tentu saja akan merubah perasaan dan berpengaruh pada emosi anda. Dengan tersenyum, emosi anda akan berubah menjadi lebih positif.
Sudah menjadi hal yang wajar jika otak akan keterkaitan dengan bahasa tubuh. Tersenyum saat marah memang hal yang terasa janggal, namun otak anda nantinya akan merespon dan menyesuaikan emosi anda dengan senyuman anda.
5. *Ceritakan Masalah Pada Orang Lain* Terpercaya
Sebisa mungkin, jangan mencoba untuk memendam emosi yang meluap luap di hati sendirian. Anda bisa mencoba untuk menceritakan masalah yang sedang dihadapi dengan orang-orang terdekat yang memang terpercaya. meskipun mungkin anda tidak mendapatkan solusi yang tepat namun setidaknya beban yang anda tanggung akan terasa lebih ringan. Bahkan jika pelru anda bisa menggunakan jasa psikiater untuk dapat membantu memberikan solusi ataupun terapi dari sisi yang lebih profesional.
6. *Introspeksi Diri*
Setelah melakukan introspeksi, cobalah untuk meninjau kembali permasalah an yang ada dari sudut pandang orang lain sambil mengintrospeksi diri sendiri. Jangan takut mengakui kesalaha jika memang anda menyadari jika kesalahan tersebut berasal dari anda. Jangan biarkan harga diri anda malah membuat proses introspeksi menjadi terhalang yang mana membuat emosi semakin tinggi.
7. *Alihkan Pikiran Anda*
Saat terdapat masalah yang membuat emosi semakin meluap, coba untuk mengatasinya dengan memikirkan hal-hal lainnya yang cenderung lebih positif. Anda bisa mencoba berhitung, menyebutkan nama-nama binatang, ataupun mengingat kembali cerita ceruta yang lucu yang pernah anda dengar. Usahakan untuk menghindari berpikir hal-hal yang mana menjadi masalah dari emosi anda yang meledak ledak tersebut sampai anda merasa sudah tenang.
8. *Berpikir Logis dan Tidak Emosional*
Merupakan hal yang sulit jika anda harus berpikir logis ketika emosi sedang meluap-luap. Namun itulah ujian yang harus anda hadapi. Yang dimaksud dengan berpikir logis adalah dengan mempertimbangkan segala hal baik keuntungan atau kerugian yang akan didapat dari tindakan yang akan anda lakukan. Gunakan perhitungan serta pertimbangan yang logis untuk dapat mengatasi rasa marah, takut, benci, yang diakibatkan rasa emosi yang ada.
9. *Lakukan Meditasi*
Meditasi menjadi salah satu tips lainnya untuk menahan emosi yang sedang meledak-ledak di dalam diri anda. Dengan melakukan meditasi, akan membuat diri anda lebih terkontrol. Anda bisa mengendalikan hasrat-hasrat negatif yang ada di dalam diri. Cobalah untuk melakukan meditasi secara rutin di pagi hari ataupun sebelum tidur, sehingga anda bisa lebih mudah mengontrol emosi dan amarah di dalam diri anda.
Anda dapat melakukan meditasi secara sederhana, cukup dengan duduk ataupun membaringkan badan dengan bersantai, atur nafas, dan cobalah untuk merasakan yang terjadi pada tubuh anda secara keseluruhan. Anda bisa mencoba untuk memutar alunan musik yang lembut yang membantu proses relaksasi.
10. *Belajar Mengenai Emosi Marah*
Tidak ada salahnya anda untuk belajar mengenai emosi marah. Menurut Goleman, emosi marah meurpakan sebuah kemampuan dalam mengenali perasaan marah sehingga saat perasaan marah tersebut datang, maka seseorang tidak akan dikuasai oleh emosi atau amarah yang ada. Terlebih lagi, seseorang yang sudah mampu mengenali emosi marah akan lebih peka mengenal emosi dengan mengenali situasi ataupun hal-hal yang menyebabkan emosi tersebut muncul.
11. *Coba Memikirkan Solusi Singkat*
Setiap masalah yang ada tentu memiliki solusinya masing-masing. Jika amarah sudah terlanjur merasuk dalam diri anda, maka akan lebih baik untuk menahan emosi. Coba untuk menyendiri beberapa saat dan memikirkan solusi singkat yang mana dapat mengatasi masalah yang terjadi.
12. *Ungkapkan Marah Secara Asertif*
Orang-orang asertif biasanya akan mengungkapkan marah dan emosi yang dipendamnya secara jujur, tepat, namun tidak melukai hati orang lainnya. Menurut Galassi, orang asertif dapat mengekspresikan perasaan yang sebenarnya, mengungkap pendapat pribadi, dan tidak membiarkan orang lain bisa mengambil keuntungan darinya. Namun disaat yang bersamaan, mereka juga akan mempertimbangkan perasaan orang lain. Perilaku seperti ini tentu saja akan menguntungkan untuk anda serta tidak merugikan orang lain. Berperilaku asertif bisa membuat individu berkomunikasi dengan baik serta menjalin hubungan sehat dengan orang lain.
13. *Ingat Dampak Negatif Yang Bisa Terjadi*
Emosi yang meluap tentu bisa membuat masalah baru terjadi bila anda tidak menahannya. Jika sudah seperti itu, maka tentunya tindakan jahat seperti pemukulan, teriak, memaki, bahkan merusak sesuatu menjadi hal yang tidak dapat dihindari. Sehingga untuk menghindari hal-hal tersebut dapat terjadi pada anda, cobalah untuk memikirkan dampak negatif yang mana dapat terjadi jika anda tidak bisa menahan emosi yang anda alami.
14. *Memaafkan dan Melupakan*
Banyak kasus dimana emosi dapat kembali meluap ketika masalah yang pernah terjadi sebelumnya diungkit sebelumnya. Sehingga cobalah untuk belajar memaafkan dan melupakan segala masalah yang pernah terjadi sebelumnya. Cara ini cukup efektif untuk menahan emosi yang sekiranya muncul saat masalah yang sebelumnya diungkit kembali. Fokus pada hal-hal penting yang mana dapat memberi dampak positif dalam diri anda.
15. *Berolahraga*
Cara lainnya yang bisa anda lakukan untuk mengatasi emosi yang sedang anda rasakan adalah dengan berolahraga. Anda bisa meluapkan emosi yang anda miliki dengan cara berolahraga. Misalnya saja berjalan kaki, berenang, lari, sepak bola, dan lainnya yang anda sukai. Jenis olahraga apapun yang dilakukan akan membuat zat-zat kimia dalam otak terstimulasi yang akhirnya membuat lebih rileks dan tenang. Selain itu olahraga juga akan membuat syaraf yang tadinya tegang menjadi lentur.
16. *Membaca*
Membaca bisa menjadi solusi alternatif bagi anda untuk menahan emosi yang sedang melupa-luap. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, mengalihkan diri pada hal-hal yang positif akan sangat membantu meredakan emosi, salah satunya dengan membaca. Tentu saja bacalah buku-buku yang berisikan tentang komedi, kisah lucu, motivasi dan lainnya yang membuat pikiran anda jauh lebih tenang.
17. *Biarkan Semua Berlalu*
Cobalah untuk belajar melupakan serta membiarkan semua yang terjadi terlepas dalam kehidupan anda. Hal-hal yang membuat emosi muncul semisal marah, sedih, cemas, dan lainnya jika anda terus memikirkannya maka akan membuat emosi semakin meningkat. Biarkanlah semua masalah menjadi masa lalu dan fokus untuk menghadapi masa depan.
18. *Fokus Pada Hal Yang Bisa Anda Kontrol*
Terkadang orang sulit mengendalikan emosi yang ada dikarenakan adanya faktor dari luar, sehingga membuat emosi tersulut makin tinggi dan sulit diredakan. Semua hal tersebut tentu berada di luar dari kemampuan anda untuk mengubahnya. Sehingga anda hanya perlu fokus pada hal-hal yang mana dapat anda lakukan saja untuk menahan emosi yang anda rasakan.
#Menurutpsikologi
*GAMOPHOBIA*
_Sebuah kondisi yang menyebabkan seseorang merasa takut menikah atau membangun komitmen dengan pasangannya._
Gamophobia adalah perasaan takut yang berlebihan akan komitmen atau pernikahan. Istilah tersebut diambil dari bahasa Yunani yakni Gamos (pernikahan) dan Phobos (menikah). Jadi, apabila digabungkan secara harfiah, keduanya memiliki arti ‘rasa takut untuk menikah’.
Meski demikian, penderita fobia ini bukan berarti enggan menjalin hubungan romantis dengan seseorang. Mereka masih bisa menjalin hubungan tersebut, tetapi tidak berani melanjutkan ke jenjang yang lebih serius seperti pernikahan.
Rasa takut menikah ini juga tidaklah sederhana. Bukan semerta-merta membatalkan acara di menit terakhir ketika pernikahan akan berlangsung. Melainkan bersifat jangka panjang dan terjadi selama hidupnya.
Dilansir dari laman Types of Phobia, penderita fobia ini mendeskripsikan rasa takutnya sebagai hal yang tidak wajar. Terjadi secara konsisten dalam hidup, sama seperti rasa takut akan kematian.
Hal tersebut selaras dengan penjelasan Moshe Ratson, konsultan Pernikahan dan Keluarga di New York. Ia menjelaskan, komitmen merupakan sebuah beban dan keputusan yang sangat berisiko tinggi bagi kehidupan penderita Gamophobia.
*_Faktor penyabab mengalami Gamophobia_*
Faktor-faktor tersebut di antaranya:
1. Pengalaman masa kecil. Melihat perilaku kekerasan, baik secara mental maupun fisik, dari figur orangtua.
2. Trauma akan kegagalan hubungan masa lalu.
3. Mengalami langsung kekerasan dalam berhubungan.
4. Tidak tertarik menikah. 5. Bisa karena ia masih mementingkan karier.
6. Enggan terikat dengan sebuah hubungan yang kompleks dan melibatkan banyak pihak.
7. Tidak mau terlibat konflik dalam berkeluarga.
8. Merasa takut akibat permasalahan ekonomi saat berkeluarga nanti.
9. Menganggap bahwa pernikahan akan menimbulkan masalah baru.
*_Ciri-ciri Gamophobia_*
1. Merasa diteror dengan pemikiran mengenai komitmen atau pernikahan.
2. Merasa cemas saat membicarakan mengenai pernikahan, baik dengan pasangan maupun orang lain.
3. Menghindari topik mengenai pernikahan.
4. Mengakhiri hubungan dengan alasan yang tidak masuk akal dan tiba-tiba.
5. Kerap lebih memilih hubungan tanpa status daripada menjalin hubungan jelas seperti berpacaran.
6. Beberapa orang dengan fobia ini juga mengalami gejala fisik seperti: napas pendek, pusing, menggigil tanpa sebab, merasa sedih atau menangis berlebihan. Biasanya terjadi saat sedang membicarakan atau memikirkan topik memengenai komitmen atau pernikahan.
*_Cara Mengatasi Gamophobia_*
1. Terapi perilaku dan terapi perilaku kognitif
2. Sesi konseling
3. Hipnoterapi
4. Terapi keluarga
5. Obat-obatan untuk mengurangi gejala fisik

Komentar
Posting Komentar