MOVE ON



*#MOVE ON*
_
#Kata pujangga: *"CINTA ibarat perang."*
_
Amat mudah memulainya tapi sangat sulit untuk mengakhirinya.
_
Sedangkan akibat terbesar dari perang itu adalah *kenangan.*
_
Tak peduli kenangan itu menyenangkan atau menyedihkan.
_
*Menutup Luka*
Adalah mustahil lupakan seseorang dengan niat ingin lupa. Karena semakin ingin dilupa akan semakin diingat. Jadi move on itu bukan hanya tentang lupa, tapi bagaimana bisa "tersenyum" saat hati terkenang luka.
_
Cara terbaik untuk move on adalah berdamai, menerima dan memaafkan. Seperti ingatan pada kematian, tahu dia pasti datang tapi hati selalu "lupa" padanya. Yakin suatu saat pasti mati tapi tetap "optimis" jalani hari.
_
Kenapa hati tidak terlalu bersedih dengan fakta bahwa suatu saat nanti pasti mati? Karena hati hanya bisa menerima, mempersiapkan, dan memberikan yg terbaik untuk menghadapinya.
_
*Bersambung*😅🤗

Saya mau berbagi kisah nyata berkaitan dengan tema hari ini:
*Fitrah Cinta yang akhirnya jadi luka yang Mendera*
_
Semoga dapat diambil hikmah dan pelajarannya, kisah ini saya ambil dari ebook *Permata Muslimah*. Kata katanya sesuai dengan gaya penuturannya ya, jadi tidak saya rubah.
_
Selama pacaran, gue awalnya paling jauh
cuma ciuman, ga pernah mau digrepe dan dia juga jaga itu.
_
Gue pun makin lama makin sayang sama dia,
percaya, dan cinta pun akhirnya tumbuh. Gue yang baru pertama kali merasakan, rasanya seperti
diawang-awang. Gue ngerasain indahnya jatuh cinta.
_
Nah gelagat buruk dimulai ketika gue ama dia sedang ciuman, tiba-tiba dia mulai meraba-raba dan
berbuat kurang ajar. Kontan gue teriak dan kabur.
_
Gue pun nangis dan minta putus.
Hal yang tidak disangka, dia malah marah ke gue. Katanya dia sedang menunjukkan sayangnya dia, kenapa gue kabur? dibilang gue ga sayang ama dia.
_
Diapun memainkan emosi gue sampai akhirnya gue yang ujungnya meminta maaf.
_
Nah disini boleh kalian
maki gue gadis bego, karena memang gue jujur mengakui gue bego dikalahkan oleh rasa sayang gue.Dia cinta pertama yang gue harap juga jadi yang terakhir.
_
Lama kelamaan gue pacaran ama dia makin ga bener. Dia pun juga sudah ga mau sekedar ciuman dari kejadian itu.
_
Tapi gue juga menegaskan berkali-kali
kalau ga mau seks sebelum nikah. Gue minta dia jaga keperawanan gue. Tapi akhirnya dia bohongin dan merenggut kehormatan gue.
_
Gue stress dan shock. Gue nangis tiga hari tiga
malam ga berhenti, sampai berbulan-bulan gue masih nangis mikirin kejadian itu. Gue bahkan mikir mo bunuh diri, kebayang muka ortu yang sangat sayang dan jaga gue. Kebayang gue lakuin dosa besar, kebayang kalo
nanti gue gak ama dia, gimana ngomong ke calon suami, apa ada yang mau nikahin gue, semua pikiran itu ada di
otak gue.
_
Dia mulai perlakukan gue semaunya. Jika ga nurut dia ngancam mo putusin gue dengan kata-kata:
*"Sudah, putus aja, sudah ga perawan ini lo, Siapa yang mau ama lo nanti...”*
_
Kisahnya ibu potong ya, masih panjang soalnya. Ibu ambil point' pentingnya dari kisah itu:
*1. Jatuh cinta adalah wajar, karena itu fitrah manusia. Namun, saat jatuh cinta; iman dan logika harus juga turut serta. Imani: Allah ngasih aturan; jangan dekati zina! (Berpacaran adalah jalan tol berbuat zina), kalau gak mau zina, maka menikahlah. Selain itu, pakai logika; ketika jatuh cinta, logika harus tetep jalan; jangan mudah baper, jangan mudah digombalin, dirayu, mau dipegang pegang, dicium, diraba, apalagi berhubungan badan. Pakai logika, kalau hamil diluar nikah gimana? dst.*
_
*2.Apabila sudah terjadi seperti dalam kisah itu, terlanjur berbuat zina atau malah hamil di luar nikah, maka solusi terbaik adalah bertaubat. Kalau hamil, gak usah punya niat digugurin. Terima kesalahan, tanggung resiko, besarkan bayi. Allah Maha Penerima Taubat. Allah Maha Kasih dan Sayang kepada hamba hamba-Nya yang mau mendekat dan bertaubat. Let's move on, benahi hidup, minta ampun kepada Allah, kepada orang tua, dekati Allah, perbaiki ibadah dan tuntut terus ilmu agama.*
_
Tamat😊🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIRA ANDRAYANI

MIZAN ALJABAR

NUR MALASARI