Qou Vadis Pendidikan Indonesia Pada Masa Pandemi Perspektif Sosiologi Di Era Revolusi Industri




*Qou Vadis Pendidikan Indonesia Pada Masa Pandemi Perspektif Sosiologi Di Era Revolusi Industri*

Pendidikan adalah perubahan pola pikir, apresiasi dan pembiasaan manusia agar lebih menjadi manusia yang bermanfaat.
wajar bila dalam bidang pendidikan dikenal dengan istilah; kognitif, Afektif dan psikomotorik
Kognitif sebagai awal bahwa manusia yg memiliki akal untuk dapat berpikir, sementara afektif adalah proses interaksi agar dapat mengenal lingkungan karena manusia adalah makhluk sosial dan psikomotorik adalah sebagai gabungan keduanya sebagai implementasi dari proses berpikir dan bertindak atau dengan kata lain melakukan aksi nyata.
Kita sebagai manusia memerlukan asupan tidak hanya makanan tetapi juga pengetahuan, karena pengetahuan adalah kumpulan informasi yang didapat secara kasat mata dan juga metafisik, contoh kita bertanya kepada orang tua kita karena orang tua kita sudah lebih dulu hidup dan memiliki pengalaman hidup. sedangkan ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistemastis melalui sebuah metode
ilmu itu ada 2, yaitu pure science atau ilmu murni dan applied science atau ilmu terapan.
ilmu murni adalah yang keberadaan perkembangan teorinya itu memperjelas teori yang lama, contoh ilmu sosiologi, ilmu psikologi sedangkan ilmu terapan adalah ilmu yang keberadaannya untuk membantu aktivitas sehari hari manusia, contoh ilmu akuntansi, ilmu komputer dsb
Quo vadis atau mau dibawa kemana dunia pendidikan kita pada masa pandemi yang tidak hanya dirasakan di negara kita tapi juga seluruh dunia
Sengaja saya bahas dalam perspektif sosiologis karena manusia adalah makhluk sosial, karena  kehadiran orang lain menjadi penting untuk dapat berinteraksi di masa pandemi ini tentu ada perubahan dalam tatanan kehidupan yang tadinya kita kuliah atau belajat dengan metode tatap muka, di saat pandemi ini dilakukan dengan daring, begitu juga dalam keseharian, ternyata kita di masa pandemi ini berkomunikasi berkomunikasi melalui media smartphone, yang jauh jadi dekat, malah terkadang yang dekat jadi jauh, contoh sebuah sekolah mengadakan reuni yang sudah digagas sejak lama eh pada saat reuni setelah melepas kangen, semua sibuk dengan Hp nya masing" atau smartphone nya masing-masing😁, ada yg selfie, ada chatingan dan lain sebagainya.
kemudian sekolah adalah salah satu contoh lembaga sosial, selain contoh lainnya, seperti mesjid, vihara, gereja, pesantren dan lain sebagainya
Sosiologi berasal dari bahasa latin yaitu socius; kawan jamaknya adalah masyarakat dan logos adalah ilmu jadi ilmu sosiologi adalah ilmu tentang masyarakat
kegiatan di masyarakat sangatlah banyak, dari mulai kegiatan keluarga sampai kegiatan masyarakat dan kalau kita menelaah dari perspektif budaya, maka ada perbedaan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan
kembali ke tema : dengan kondisi di saat pandemi , mau tidak mau atau suka tidak suka kita harus siap dengan kondisi yang tentu berbeda dengan saat sebelum adanya wabah corona.
semua metode pembelajaran harus didukung dengan teknologi, kita belajar melalui daring dengan berbagai aplikasi yang ada di smartphone kita, ada yang menggunakan WAG, Google Classroom, Edmodo, Google meet, Zoom Meet, Webex dsb
Teknologi adalah salah satu unsur kebudayaan, karena budaya adalah segala hasil cipta, rasa dan karsa manusia. Perubahan sosial mencakup perubahan dalam aspek struktur masyarakat, karena terjadi karena faktor lingkungan yang disebabkan berubahnya komposisi penduduk dan keadaan geografis serta berubahnya sistem hubungan sosial
perubahan sosial ini salah satu nya adalah kondisi sekarang yang sedang dalam masa pandemi sehingga manusia yang satu dengan lainnya melakukan hubungan sosial melalui media hp atau smartphone termasuk dalam kegiatan belajar mengajar.
Faktor perubahan sosial bisa berarti internal masyarakat maupun eksternal masyarakat yang mempengaruhi masyarakat itu sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIRA ANDRAYANI

MIZAN ALJABAR

NUR MALASARI